Menyambut bulan puasa, umat muslim Tiongkok kembali harus menghadapi kabar sedih. Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan kepada Muslim, terutama penduduk Provinsi Xinjiang, untuk tidak menjalankan puasa.
Peringatan ini bahkan diucapkan sendiri oleh Presiden Xi Jinping usai Konferensi Nasional tentang Agama dan disiarkan langsung oleh jaringan televisi nasional China Central Television (CCTV).
Jinping menyasar langsung peringatan tersebut kepada etnis Uighur. Ini lantaran dalam sejumlah kasus di masa lalu, etnis Uighur diklaim menjadi sangat agresif dalam memprotes kebijakan negara.
Sebagian besar Muslim di Xinjiang diklaim telah menjadi radikal. Pemerintah Tiongkok menangkap hal ini sebagai situasi yang patut dikendalikan.
Kawasan Xinjiang berbatasan langsung dengan Pakistan. Dari negara inilah paham radikal masuk dan mempengaruhi Muslim di salah satu provinsi Tiongkok tersebut.
Tiongkok juga mengklaim telah mengingatkan Pakistan secara halus untuk tidak lagi mengirim pesan-pesan radikalisme. Tetapi, peringatan itu sepertinya gagal.
Larangan yang disampaikan Jinping dalam pidato tersebut juga diarahkan kepada Pakistan. Kebijakan ini merupakan langkah pemerintah Tiongkok yang meniadakan toleransi demi mencegah paham Pan-Islamisme.
Jinping lantas meminta rakyat Tiongkok untuk tidak memusingkan diri mereka dengan tendensi apapun di luar ideologi Partai Komunis Tiongkok.
Sumber: islamidia.com
Jumat, 21 April 2017
Zakir Naik: Nabi Adam Hingga Isa Ajarkan Sholat
Pendakwah internasional, Dr Zakir Naik menjelaskan, rukun Islam kedua, shalat, tidak hanya dicontohkan Rasulullah, tapi semua nabi. Hal itu pun disebutkan pula dalam Injil.
Menurut Zakir Naik, dalam Bahasa Inggris shalat berarti pray yang bisa diterjemahkan menjadi mencari pertolongan. Dalam surah Al Ankabut ayat 45, Allah SWT memerintahkan shalat untuk mencengah manusia dari perbuatan keji dan munkar. Dalam Islam pula, shalat dikerjakan lima kali sehari.
Surah Taha ayat 11-12 menyatakan, Musa AS dibimbing Allah SWT untuk melepas alas kaki saat berada di Bukit Thuwa untuk bertemu Allah SWT. Umum pula bagi Muslim tidak beralas kaki saat shalat. Islam juga mengharuskan wudhu sebelum seorang Muslim shalat.
”Tapi, kita boleh melepas sepatu maupun memakai sepatu saat shalat. Banyak Muslim yang tidak tahu soal ini. Sebab, Rasulullah minta Muslim membedakan diri dari Yahudi,” kata Zakir Naik.
Di Injil, Musa juga melepas alas kaki dan membasuh tangan serta kaki sebelum bertemu pengikutnya untuk menyembah Allah. Shalat adalah contoh terbaik persaudaraan Islam dan bagian terbaik dalam shalat adalah sujud. ”Psikolog bilang cara terbaik mengontrol diri adalah dengan meletakkan bagian paling tinggi dari tubuh ke tanah,” kata Zakir Naik.
Di Injil, nabi-nabi juga menyembah Allah dengan bersujud, mulai dari Adam, Musa, Harun, hingga Isa. ”Yesus bersimpuh dan sujud kepada Allah. Semua nabi saat shalat, semua sujud dan berdoa kepada Allah,” ujar Zakir Naik.(jk/rol)
( sumber : eramuslim.com )
Menurut Zakir Naik, dalam Bahasa Inggris shalat berarti pray yang bisa diterjemahkan menjadi mencari pertolongan. Dalam surah Al Ankabut ayat 45, Allah SWT memerintahkan shalat untuk mencengah manusia dari perbuatan keji dan munkar. Dalam Islam pula, shalat dikerjakan lima kali sehari.
Surah Taha ayat 11-12 menyatakan, Musa AS dibimbing Allah SWT untuk melepas alas kaki saat berada di Bukit Thuwa untuk bertemu Allah SWT. Umum pula bagi Muslim tidak beralas kaki saat shalat. Islam juga mengharuskan wudhu sebelum seorang Muslim shalat.
”Tapi, kita boleh melepas sepatu maupun memakai sepatu saat shalat. Banyak Muslim yang tidak tahu soal ini. Sebab, Rasulullah minta Muslim membedakan diri dari Yahudi,” kata Zakir Naik.
Di Injil, Musa juga melepas alas kaki dan membasuh tangan serta kaki sebelum bertemu pengikutnya untuk menyembah Allah. Shalat adalah contoh terbaik persaudaraan Islam dan bagian terbaik dalam shalat adalah sujud. ”Psikolog bilang cara terbaik mengontrol diri adalah dengan meletakkan bagian paling tinggi dari tubuh ke tanah,” kata Zakir Naik.
Di Injil, nabi-nabi juga menyembah Allah dengan bersujud, mulai dari Adam, Musa, Harun, hingga Isa. ”Yesus bersimpuh dan sujud kepada Allah. Semua nabi saat shalat, semua sujud dan berdoa kepada Allah,” ujar Zakir Naik.(jk/rol)
( sumber : eramuslim.com )
Subhanallah, Cara Allah menuntun saya pada Islam Sungguh Menakjubkan
Cara didik orang tua sangat mempengaruhi kepribadian anak ketika dewasa. Itulah yang dirasakan Marc Springer, yang sejak kecil dididik dengan cara keras oleh kedua orang tuanya yang berlatar belakang militer.
Ayah-ibu Springer berdinas di kemiliter AS. Menurutnya, sang ayah adalah sosok yang sangat rasis dan itu membuat Springer juga menjadi seorang pemuda yang rasis, setidaknya sampai ia berusia 24 tahun. “Saya ingat, saat masih kecil, saya mendengar ayah suka mencerca orang-orang Arab dan Muslim, mencela agama mereka, cara hidup dan ras mereka,” kata Springer.
Ia mengakui, masa kecilnya bukanlah masa kecil yang bahagia. Selain suka berkata dan bertindak kasar, ayahnya juga seorang pecandu alkohol. Springer kecil tumbuh dalam rasa takut akan kekerasan terhadap dirinya, ibunya dan terhadap adik lelaki serta adik perempuannya. Situasi itu membuat Springer mencari apa yang tidak ia dapat di rumahnya. Tapi Springer mencarinya di tempat yang salah, yang membuatnya kondisinya makin buruk.
Masa-Masa Kelam
Selama bertahun-tahun, Springer bergabung dengan kelompok rasis “skinhead”. Ia bukan cuma jadi pengikut gerakan Neo-Nazi itu, tapi menjadi salah satu pemimpinya. Springer berpikir bahwa wataknya yang penuh kebencian dan sikap rasisnya, menurun dari ayahnya.
“Meski saya membenci ayah untuk apa yang telah ia lakukan pada keluarga, saya ingin seperti ayah. Dari ayahlah, sikap rasis saya berasal,” ujar Springer.
Situasi rumah dan keluarganya yang makin buruk, membuat Springer memutuskan untuk pergi dari rumah dan hidup sendiri. Tapi keputusan “kabur” dari rumah itulah yang menurut Springer, menjadi momen penting dalam kehidupan dan masa depannya kemudian, menjadi seorang muslim. Meski sebelum sampai ke Islam, Springer harus melalui masa-masa terburuk dalam hidupnya, menngkonsumsi narkoba, minum minuman keras dan melakukan tindak kriminal yang membuatnya sering berurusan dengan aparat penegak hukum.
Saat berusia 23 tahun, untuk pertama kali dalam hidupnya, Springer bisa menjalani hidup tanpa bayang-bayang sosok ayahnya yang kasar dan rasis, serta lepas dari pengaruh teman-temannya yang memberi pengaruh buruk bagi dirinya. Springer menyadari kehidupannya selama ini begitu kacau dan ia mulai mempertanyakan banyak hal tentang hidupnya, termasuk keyakinan agamanya. Sejak itu, Springer merasa bahwa ia harus mengevaluasi kembali dirinya.
Springer yang sejatinya hobi membaca, memulai evaluasi itu dengan membaca banyak buku yang ia pinjam dari sebuah perpustakaan kecil. Mulai dari buku-buku karya Kant, Descartes, sampai buku-bukunyaTariq Ramadan dan Edward Said.
Kala itu, kata Springer, sedang hangat pemberitaan tentang perlawanan Intifada di Palestina yang mendorongnya untuk mencari tahu lebih dalam tentang gerakan Intifada itu.
“Ayah saya seorang rasis dan anti-Yahudi. Tapi kebencian ayah pada orang Arab lebih besar dibandingkan kebenciannya pada Yahudi. Oleh sebab itu, ayah selalu mendukung Israel. Tapi saya mengkaji kembali apa yang ada di pikiran saya saat masih kecil, saya memutuskan untuk mencari tahu tentang perjuangan di Timur Tengah itu,” ungkap Springer.
Ia lalu membaca buku-buku sejarah dan politik di Timur Tengah. Tapi Springer merasa kesulitan memahaminya, karena saat itu ia belum mengenal Islam dan Muslim. Sejak kecil, ia sudah belajar membenci Islam dari ayahnya, tanpa pernah mengerti mengapa ia harus membenci Islam.
“Saya lalu mulai mempelajari apa itu Islam, ajaran dan sejarahnya dari berbagai artikel dan sumber-sumber dari internet. Waktu itu, saya tinggal di Washington dan belum tahu tentang keberadaan komunitas Muslim di sana. Jadi, saya benar-benar tidak tahu harus bertanya pada siapa,” ujar Springer.
Menemukan Cahaya Islam
Kesempatan itu datang ketika istri Springer harus pindah kerja ke Inggris. Untuk beberapa waktu, Springer memanfaatkan kepindahannya ke Inggris untuk melakukan perjalanan ke seluruh Eropa sambil mempelajari sejarah negara-negara Eropa. Namun, pikirannya tetap tertuju pada Timur Tengah dan politik di sana. Springer mulai serius untuk mempelajari ajaran Islam, ideologi dan sejarah Islam, serta mulai membaca terjemahan Al-Quran.
Dari buku-buku yang dibacanya, Springer mengetahui bahwa banyak ritual-ritual Kristen yang sampai saat ini dilakukan umat Kristiani adalah hasil inovasi manusia, bukan berbasiskan pada ajaran Tuhan. Springer juga mencoba mempelajari agama Yudaisme, yang menurutnya justru lebih “aneh”.
“Mereka, orang-orang Yahudi mempelakukan para nabi Allah dengan keji. Jika ajaran Yudaisme meragukan, mengapa pula saya memilih Yudaisme sebagai petunjuk hidup saya,” tukas Springer.
Akhirnya ia memutuskan untuk memilih Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat di sebuah masjid di London. Meski untuk itu, Springer harus bercerai dengan istrinya, dan meninggalkan Inggris, negara yang terlanjur ia cintai karena ia punya banyak kesempatan untuk belajar agama barunya itu di Inggris.
“Tapi alhamdulillah, saya sekarang mengerti mengapa Allah memberikan semua peristiwa ini pada saya,” imbuhnya.
Di AS, Springer mendapatkan pekerjaan baru di Alaska. Tempatnya bekerja berjarak ratusan mil dari kota Anchorage dan Faribanks, yang cukup banyak komunitas Muslimnya di wilayah Alaska. Karenanya, Springer mengandalkan buku, internet dan sumber-sumber lainnya untuk terus mempelajari Islam.
Ia mulai berkenalan dengan banyak Muslim setelah sering melakukan perjalanan bisnis ke Washington DC. Ia lalu dikenalkan dengan seorang muslimah keturunan Arab Saudi. Springer berkomunikasi lewat email dan telepon, tanpa pernah bertemu muka. Ia baru melihat wajah “kekasih”nya setelah datang melamar ke keluarganya di Washington DC. Keduanya lalu menikah, lengkaplah kebahagiaan Springer sebagai seorang muslim.
“Subhanallah, bagaimana Allah menuntun saya pada Islam sangat menakjubkan, dari seorang yang jauh dari agama dan dibesarkan dalam rumah yang penuh dengan ajaran kebencian, Allah menuntun saya ke jalan-Nya …”
“Allah selalu ada, memperhatikan saya. Dia membimbing saya, melewati masa-masa berbahaya dan masa-masa yang buruk untuk menjadi seorang lelaki sejati dan menjadi seorang muslim. Orang bilang, keajaiban tidak terjadi setiap hari, tapi cerita hidup saya membuktikan bahwa perkataan itu salah,” tandas Springer yang merasakan keajaiban itu terjadi dalam hidupnya setiap hari. (ln/oi)
( sumber : eramuslim.com )
Membayar Utang kepada Orang yang Tidak Terlacak
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya mau menanyakan bagaimana cara melunasi hutang apabila pemberi hutang sudah tidak dapat terlacak (begitu juga dengan ahli warisnya) karena sudah berpindah alamat. Kemana hutang tersebut harus dibayarkan padahal kami sudah bertekad untuk membayar hutang tersebut.
Wa’alaikumussalam wr. wb.
Suatu bentuk muamalah yang memang sulit dihindari oleh kebanyakan manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhannya adalah hutang -piutang. Untuk itu Allah swt memberikan perhatian yang sangat besar dengan menuangkannya didalam satu ayat terpanjang didalam Al Quran Al Karim, Surat Al Baqoroh ayat 282.
Hutang-piutang ini hukumnya boleh sesuai dengan sunnah Nabi saw dan ijma’ para ulama. Diantara sunnah Rasulullah saw adalah: “Tidaklah seorang muslim yang memberikan pinjaman atas hartanya kepada seorang muslim sebanyak dua kali kecuali seperti bershodaqoh satu kali.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam shohihnya) / al Fiqih al Islami wa Adillatuhu juz V hal. 3787)
Islam meminta kepada orang yang berhutang dan memiliki kesanggupan membayar agar segera melunasinya hingga waktu yang telah disepakati pembayarannya karena penangguhan dalam hal ini adalah kezaliman sebagai hadits Rasulullah saw : “Penangguhan pembayaran hutang bagi orang yang mampu membayarnya adalah kezaliman. “ (HR. Bukhori)
Penangguhan diperbolehkan jika orang yang berhutang tidak memiliki kesanggupan melunasinya sebagaimana firman Allah swt : “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia lapang. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua hutang) itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqoroh : 280)
Namun demikian hendaknya penangguhan ini dengan sepengetahuan si pemberi hutang agar terjalin terus komunikasi di antara keduanya yang akan memudahkan pembayarannya. Jika karena satu dan lain hal ternyata anda dapati bahwa si pemberi hutang sudah meninggal dunia sementara ahli warisnya sebagai orang yang berhak atas hartanya juga sudah tidak diketahui keberadaannya maka hendaklah anda bershodaqoh dengan sejumlah hutang anda ke tempat-tempat yang baik.
Pada hakekatnya harta orang yang meninggal itu termasuk piutangnya yang ada pada anda adalah milik Allah swt sebagaimana firman-Nya : “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah (sebagian) dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadid : 7)
Tekad (niat) anda untuk membayar hutang mudah-mudahan menjadi bukti kesungguhan anda sehingga akan mendatangkan pertolongan dari Allah swt kepada anda termasuk pelunasan hutang anda kepada dia yang telah meninggal.
Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa mengambil harta manusia dan ingin membayarnya, maka Allah akan (menolong) untuk membayarnya; dan barangsiapa mengambilnya dan ingin membinasakannya maka Allah akan (menolong) untuk membinasakannya.” (HR. Bukhori)
Ibnu Hajar dalam menjelaskan hadits diatas di dalam bukunya “Fathul Bari” mengatakan : “Apabila seorang berniat untuk membayar dengan apa yang akan dianugerahkan Allah kepadanya, maka hadits tersebut telah menyatakan bahwa Allah akan menolongnya untuk membayar hutangnya baik dibukakan rezeki kepadanya di dunia atau Dia menanggungnya di akherat.”
Wallahu A’lam.
( sumber : eramuslim.com )
4 Pelaut Muslim Legendaris yang Keberadaannya Pernah Bikin Barat Ampun-ampunan
Kamu suka film atau buku yang bertema pelayaran atau bajak laut? Kalau iya, pasti kamu bakal sangat jarang mendengar nama seorang muslim yang tersemat dalam karya-karya tersebut.
Ya, banyak orang yang berpikir kalau di zaman per-bajak-laut-an, orang-orang Muslim masih bergulat dengan unta dan padang pasir. Padahal yang sesungguhnya terjadi tidak demikian.
Mungkin tak banyak yang percaya, tapi ternyata ada banyak para Muslim yang merupakan ahli pelayaran dan bahkan beberapa dikenal pula sebagai bajak laut.
Bukan yang ecek-ecek, para pelaut muslim yang diketahui ternyata sangat keren. Mereka memiliki kemampuan luar biasa yang benar-benar disegani dunia. Siapa saja orang-orang tersebut? Simak ulasannya berikut.
1. Laksamana Zhang He (Cheng Ho)
Nama pelaut muslim yang satu ini sudah sangat terkenal di seantero jagad. Ekspedisi Cheng Ho dicatat sebagai pelayaran dengan anggota terbanyak dan kapal kayu paling besar hingga saat itu.
Cheng Ho membawa kurang lebih sebanyak 27.000 awak kapal dalam pelayarannya. Berbekal dengan ijin kaisar di dinasti Ming, Cheng Ho melakukan berbagai ekspedisi. Mulai dari India, Asia Tenggara, bahkan hingga ke Afrika.
Di Indonesia, Cheng Ho sempat singgah ke beberapa tempat seperti Kesultanan Aceh, Semarang dan kerajaan Majapahit. Uniknya dengan armada sebesar itu, Cheng Ho tidak pernah sama sekali melakukan penjajahan di daerah yang dia singgahi.
Cheng Ho juga merupakan Muslim yang taat, di setiap perjalanannya dia selalu menjalankan perintah sholat lima waktu. Impian terbesar Cheng Ho adalah agar dia dapat pergi berhaji ke Tanah Suci seperti kakeknya, sampai-sampai dia mengutus seseorang menggambar tanah suci untuk ditempelkan di ruang bilik kapalnya.
Sayang semua itu tidak kesampaian, Cheng Ho wafat pada pelayaran terakhirnya di India. Namun Jasa Cheng Ho sangat luar biasa, karena dia telah berhasil menujukan bentuk sebenarnya dari peta dunia. Ada juga beberapa rumor yang menjelaskan bahwa Cheng Ho menemukan benua Amerika dahulu sebelum Colombus.
2. Si Jengot Merah, Barbarossa
Khairuddin Barbarossa memiliki banyak sebutan di negeri Eropa, Si Jangut Merah, Il Diavolo atau “si setan” dan sang pemilik segala kejahatan. Namun bagi kaum muslim, dia adalah pahlawan sejati.
Sebutan-sebutan tersebut disematkan pada Khairuddin karena keahliannya dalam dunia pelayaran. Sebelumnya, bersama saudara-saudaranya dia hanya seorang anggota kapal biasa.
Namun, melihat penindasan-penindasan yang dilakukan oleh orang pasukan Crusader terhadap para pedagang muslim, Khairudin bersaudara jadi ikut turut tangan. Berbekal dengan satu kapal, Khairuddin dapat mengalahkan dan merebut banyak kapal para kesatria salib.
Itulah mengapa dia dijuluki dengan nama-nama yang mengerikan. Namun sebenarnya, kelompok Barbarossa hanya akan menyerang jika kapal para pasukan salib menyerang terlebih dahulu.
Barbarossa akhirnya menjadi seorang “Bajak Laut” yang ditakuti oleh orang-orang Eropa, namun bagi muslim dia adalah seorang pejuang. Ketenaran Barbarossa membuat dirinya mendapatkan posisi Admiral Tertinggi dari kesultanan Turki.
Daerah kekuasaan Barbarossa sangat luas, mulai dari laut di Mediterania hingga Andalusia dalam pengawasannya. Barbarossa merupakan momok bagi kerajaan-kerajaan di Eropa.
3. Ahmad Ibn Majid
Pelaut yang satu ini memiliki julukan Singa Lautan. Dia berlayar mengarungi luasnya samudra sebagai Navigator seorang pelaut terkenal Vasco Da Gama.
Kemampuan ilmu pelayarannya ternyata sudah ada sejak dia masih kecil. Hingga akhirnya dia membuat sebuah kompas sendiri dengan 32 mata angin. Hal tersebutlah yang membuat Vasco Da Gama tertarik dengan Ahmad ibn Majid, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengajaknya berlayar.
Rombongan tersebut akhirnya berlayar hingga ke teluk Harapan di Afrika. Sebelum akhir hayatnya, Ahmad Ibn Majid juga pernah menulis sebuah buku catatan perjalanan yang hingga kini sangat berguna bagi dunia pelayaran di dunia.
4. Turgut Reis
Semenjak wafatnya Barbarossa, muncul bakat-bakat baru pengantinya. Dia adalah Turgut Reis, seorang laksamana muda yang lihai dalam ilmu kelautan.
Sebelumnya dia bekerja pada pasukan laut Spanyol Andrea Doria, namun dia segera kembali ke Turki dan bergabung dengan pasukan Ottoman. Akhirnya Turgut menjadi musuh bebuyutan mantan majikannya Andrea Doria.
Turgut menjadi ancaman besar bagi kerajaan Spanyol, terutama laksamananya Andrea Doria. Berkali-kali Turgut membodohi Doria dengan strategi-strateginya. Karena ketenarannya, Turgut akhirnya benar-benar menggantikan posisi Barbarossa sebagai admiral tertinggi di kerajaan Ottoman.
Ternyata di dunia kelautan, Muslim juga pernah berjaya. Bukan hanya sebagai penjelajah, namun ada juga yang menjadi armada perang yang siap melindungi muslim. Ini merupakan prestasi hebat, bahkan sampai-sampai barat memberikan julukan karena saking ditakutinya.
Sumber: boombastis.com
Ternyata Arisan Hukumnya "HARAM" Ini Lah Penjelasan Syariat Islam.!?
Teman dekat suka mengikuti arisan? Sudah tahukah bagaimana Hukum Fiqih arisan? Yuk kita pelajari!
Umumnya ibu-ibu suka sekali mengikuti arisan, yaitu menyetor beberapa yang telah disetujui bersama, lalu dengan cara berkala --entah satu minggu sekali atau satu bulan sekali-- mengocok nama yang memiliki hak memperoleh giliran memperoleh dana yang terkumpul itu. Bahkan juga banyak orang yang ikut arisan di banyak tempat, di lingkungan rumah, di kantor, di komunitas, bahkan juga ada pula arisan keluarga.
Ada 3 pendapat tentang hukum Fiqih arisan :
1. Haram
Ada yang memiliki pendapat arisan haram hukumnya (Fiqih Muamalat Maliyyah Muashirah, Prof. Dr. Saad Al Khatslan, hlm. 194), karena arisan dikira berupa akad pinjaman dengan syarat peminjam itu nanti memberi pinjaman juga pada pemberi pinjaman sebelumnya. Sedangkan tiap-tiap pinjaman yang mendatangkan manfaat yaitu riba, jadi dikira arisan memiliki kandungan riba yang hukumnya haram.
2. Boleh
Walau demikian, pendapat sebaliknya dinyatakan oleh Fatwa Kerajaan Arab Saudi yang malah membolehkan arisan, yaitu hukum asal muamalah. Mengenai pemilihan giliran lewat cara mengocok nama peserta tidaklah dikira sebagai faktor yang mengharamkan. Karena kocok undian dibolehkan bila dilakukan untuk memastikan orang yang paling berhak diantara beberapa orang yang memiliki hak.
3. Sunah
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyampaikan hukum arisan yaitu sunah, sebab arisan adalah satu diantara cara untuk memperoleh modal dan menyatukan uang yang terlepas dari riba.
Teman dekat, pendapat yang paling kuat tentang hukum arisan yaitu mubah (bisa), hingga kita dapat tenang untuk mengikuti arisan, jangan pernah ada faktor yang membuat arisan itu jadi haram. Jadi, butuh juga diperhatikan akhlak waktu berkumpul mengocok nama, supaya tidak terjadi pertikaian pada peserta arisan. Wallaahualam.
Mudah-mudahan bermanfaat.( jangan lupa di share )
Sumber : http :// www.ummi-online.com/
Umumnya ibu-ibu suka sekali mengikuti arisan, yaitu menyetor beberapa yang telah disetujui bersama, lalu dengan cara berkala --entah satu minggu sekali atau satu bulan sekali-- mengocok nama yang memiliki hak memperoleh giliran memperoleh dana yang terkumpul itu. Bahkan juga banyak orang yang ikut arisan di banyak tempat, di lingkungan rumah, di kantor, di komunitas, bahkan juga ada pula arisan keluarga.
Ada 3 pendapat tentang hukum Fiqih arisan :
1. Haram
Ada yang memiliki pendapat arisan haram hukumnya (Fiqih Muamalat Maliyyah Muashirah, Prof. Dr. Saad Al Khatslan, hlm. 194), karena arisan dikira berupa akad pinjaman dengan syarat peminjam itu nanti memberi pinjaman juga pada pemberi pinjaman sebelumnya. Sedangkan tiap-tiap pinjaman yang mendatangkan manfaat yaitu riba, jadi dikira arisan memiliki kandungan riba yang hukumnya haram.
2. Boleh
Walau demikian, pendapat sebaliknya dinyatakan oleh Fatwa Kerajaan Arab Saudi yang malah membolehkan arisan, yaitu hukum asal muamalah. Mengenai pemilihan giliran lewat cara mengocok nama peserta tidaklah dikira sebagai faktor yang mengharamkan. Karena kocok undian dibolehkan bila dilakukan untuk memastikan orang yang paling berhak diantara beberapa orang yang memiliki hak.
3. Sunah
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyampaikan hukum arisan yaitu sunah, sebab arisan adalah satu diantara cara untuk memperoleh modal dan menyatukan uang yang terlepas dari riba.
Teman dekat, pendapat yang paling kuat tentang hukum arisan yaitu mubah (bisa), hingga kita dapat tenang untuk mengikuti arisan, jangan pernah ada faktor yang membuat arisan itu jadi haram. Jadi, butuh juga diperhatikan akhlak waktu berkumpul mengocok nama, supaya tidak terjadi pertikaian pada peserta arisan. Wallaahualam.
Mudah-mudahan bermanfaat.( jangan lupa di share )
Sumber : http :// www.ummi-online.com/
Buat Para Wanita.. Kenalilah Ciri Wanita yang Salatnya Tidak Diterima Allah
Salah satu keistimewaan untuk wanita dari Allah SWT adalah diperbolehkannya mereka untuk meninggalkan salat. Namun tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan pada saat menstruasi saja, selebihnya salat adalah ibadah wajib yang harus dijalankan dan berdosa jika ditinggalkan.
Meski diberikan keistimewaan, ternyata Allah memberikan ancaman akan menolak salat bagi wanita tertentu. Beberapa diantara mereka tetap khusuk salat karena merasa telah menjalankan kewajibannya kepada Allah.
Padahal, Allah tidak menerima salatnya, bahkan para wanita tersebut akan mendapat murka dari penguasa jagad raya ini. Mengapa Allah demikian marah sehingga murka dan menolah ibadah mereka? Lantas seperti apa ciri wanita yang salatnya tidak diterima?Berikut ulasannya.
Hal ini berlaku bagi wanita yang sudah menikah. Dengan demikian anda pasti tahu apa penyebab marah dan murkanya Allah kepada wanita sehingga menolak salat mereka. Ya, marahnya seorang suami bisa membuat salat istri tidak diterima oleh Allah SWT. Shalatnya istri ketika suami sedang marah kepadanya akan membuat Allah murka dan shalat itupun tertolak.
Diriwayatkan, dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Ada tiga manusia yang shalat mereka tidaklah naik melebihi kepala mereka walau sejengkal, yakni seorang yang mengimami sebuah kaum, tetapi kaum itu membencinya, seorang istri yang tidak sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan dua orang bersaudara yang saling memutuskan silaturahim” (HR Ibnu Majah).
Oleh sebab itu, seorang istri haruslah pandai menjaga perasaan suami. Jangan sampai suami bersedih bahkan marah terhadapnya. Jika hal ini terjadi, maka ia harus segera minta maaf kepada suaminya agar kemarahan tersebut tidak berubah menjadi murkanya Allah SWT.
Sebagai seorang istri, sudah sepatutnya patuh kepada suaminya dalam hal kebaikan. Tingginya kedudukan suami dalam rumah tangga bahkan digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:
“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas (boleh) bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami terhadapnya” (HR Ahmad).
Ketika hubungan suami istri sedang dilanda konflik atau permasalahan, keduanya harus segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan bijaksana. Jangan pernah membiarkan permasalahan tersebut berlarut-larut. Ingatlah akan kewajiban satu sama lain dan jangan sungkan meminta maaf apabila berbuat sebuah kesalahan.
Demikianlah ulasan mengenai ciri wanita yang shalatnya tidak diterima oleh Allah SWT. Untuk itu, ada baiknya menghindari ciri yang demikian, agar amal ibadah yang dilakukan berbuah pahala bukan malah murka dari Allah SWT. Semoga bermanfaat.
[voa-moeslim.com]
Meski diberikan keistimewaan, ternyata Allah memberikan ancaman akan menolak salat bagi wanita tertentu. Beberapa diantara mereka tetap khusuk salat karena merasa telah menjalankan kewajibannya kepada Allah.
Padahal, Allah tidak menerima salatnya, bahkan para wanita tersebut akan mendapat murka dari penguasa jagad raya ini. Mengapa Allah demikian marah sehingga murka dan menolah ibadah mereka? Lantas seperti apa ciri wanita yang salatnya tidak diterima?Berikut ulasannya.
Hal ini berlaku bagi wanita yang sudah menikah. Dengan demikian anda pasti tahu apa penyebab marah dan murkanya Allah kepada wanita sehingga menolak salat mereka. Ya, marahnya seorang suami bisa membuat salat istri tidak diterima oleh Allah SWT. Shalatnya istri ketika suami sedang marah kepadanya akan membuat Allah murka dan shalat itupun tertolak.
Diriwayatkan, dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Ada tiga manusia yang shalat mereka tidaklah naik melebihi kepala mereka walau sejengkal, yakni seorang yang mengimami sebuah kaum, tetapi kaum itu membencinya, seorang istri yang tidak sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan dua orang bersaudara yang saling memutuskan silaturahim” (HR Ibnu Majah).
Oleh sebab itu, seorang istri haruslah pandai menjaga perasaan suami. Jangan sampai suami bersedih bahkan marah terhadapnya. Jika hal ini terjadi, maka ia harus segera minta maaf kepada suaminya agar kemarahan tersebut tidak berubah menjadi murkanya Allah SWT.
Sebagai seorang istri, sudah sepatutnya patuh kepada suaminya dalam hal kebaikan. Tingginya kedudukan suami dalam rumah tangga bahkan digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:
“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas (boleh) bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami terhadapnya” (HR Ahmad).
Ketika hubungan suami istri sedang dilanda konflik atau permasalahan, keduanya harus segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan bijaksana. Jangan pernah membiarkan permasalahan tersebut berlarut-larut. Ingatlah akan kewajiban satu sama lain dan jangan sungkan meminta maaf apabila berbuat sebuah kesalahan.
Demikianlah ulasan mengenai ciri wanita yang shalatnya tidak diterima oleh Allah SWT. Untuk itu, ada baiknya menghindari ciri yang demikian, agar amal ibadah yang dilakukan berbuah pahala bukan malah murka dari Allah SWT. Semoga bermanfaat.
[voa-moeslim.com]
Jangan Melanggar Batas Shalat Fardhu 5 Waktu Berikut ini, Agar Kita Tak Digolongkan Kaum Munafik
Salah satu ibadah yang hukumnya wajib dilakukan setiap muslim dalam keadaan apapun adalah shalat fardhu 5 waktu. Karena itu shalat dirujuk sebagai tiang agama yang harus selalu ditegakkan.
Shalat fardhu yang merupakan rukun Islam nomor dua ini terdiri dari shalat subuh, shalat dzuhur, shalat ashar, shalat maghrib dan shalat isya. Selain itu juga terdapat amalan-amalan shalat sunnah lain yang sangat dianjurkan bagi umat muslim. Shalat 5 waktu wajib dikerjakan oleh semua umat Islam yang sudah memenuhi syarat syarat wajib sholat.
Pengerjaan shalat wajib juga harus memenuhi rukun-rukun dan syarat syah shalat agar ibadah kita sempurna. Pun demikian dalam pengerjaan shalat lima waktu juga telah diatur dalam Al-Qur’an dan juga As Sunnah (hadits) mengenai waktunya.
Hal ini telah diperjelas secara rinci dalam hadits Nabi Muhammad SAW, karena itu sebisa mungkin segera jalankan sholat setelah masuk waktu shalat dan tidak menunda-nundanya.
“Sesungguhnya shalat itu memiliki awal dan akhir waktu.
Awal waktu shalat zhuhur adalah saat matahari tergelincir dan akhir waktunya adalah ketika masuk waktu ashar.
Awal waktu shalat ashar adalah ketika masuk waktunya dan akhir waktunya saat matahari menguning.
Awal waktu shalat maghrib adalah ketika matahari tenggelam dan akhir waktunya ketika tenggelam ufuk.
Awal waktu shalat isya adalah saat ufuk tenggelam dan akhir waktunya adalah pertengahan malam.
Dishahihkan oleh Ibnu Hazm, namun oleh Al-Bukhari dan selainnya disebutkan bahwa hadits ini mursal.
Berikut batasan-batasan awal dan akhir waktu sholat wajib lima waktu yang dijelaskan dari hadist Rasulullah dikutip dari muslimklopedia.blogspot.co.id,
Sebagai tambahan penyemangat kita agar dapat shalat fardhu di awal waktu.
Semoga bisa menjadi pedoman kita untuk senantiasa menegakkan waktu shalat agar ibadah kita istiqomah. Karena amalan pertama yang akan dipertanyakan di hari perhitungan kelak adalah shalat kita. Jadi semoga kita menjadi umat Rasulullah yang hidup dalam ibadah yang selalu istiqomah dan meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah.
Shalat fardhu yang merupakan rukun Islam nomor dua ini terdiri dari shalat subuh, shalat dzuhur, shalat ashar, shalat maghrib dan shalat isya. Selain itu juga terdapat amalan-amalan shalat sunnah lain yang sangat dianjurkan bagi umat muslim. Shalat 5 waktu wajib dikerjakan oleh semua umat Islam yang sudah memenuhi syarat syarat wajib sholat.
Pengerjaan shalat wajib juga harus memenuhi rukun-rukun dan syarat syah shalat agar ibadah kita sempurna. Pun demikian dalam pengerjaan shalat lima waktu juga telah diatur dalam Al-Qur’an dan juga As Sunnah (hadits) mengenai waktunya.
Hal ini telah diperjelas secara rinci dalam hadits Nabi Muhammad SAW, karena itu sebisa mungkin segera jalankan sholat setelah masuk waktu shalat dan tidak menunda-nundanya.
“Sesungguhnya shalat itu memiliki awal dan akhir waktu.
Awal waktu shalat zhuhur adalah saat matahari tergelincir dan akhir waktunya adalah ketika masuk waktu ashar.
Awal waktu shalat ashar adalah ketika masuk waktunya dan akhir waktunya saat matahari menguning.
Awal waktu shalat maghrib adalah ketika matahari tenggelam dan akhir waktunya ketika tenggelam ufuk.
Awal waktu shalat isya adalah saat ufuk tenggelam dan akhir waktunya adalah pertengahan malam.
Awal waktu shalat fajar adalah ketika terbit fajar dan akhir waktunya saat matahari terbit.” (HR. At-Tirmidzi no. 151 dan selainnya. Asy-Syaikh Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “Sanad hadits ini shahih di atas syarat Syaikhani (Al-Bukhari dan Muslim).
Dishahihkan oleh Ibnu Hazm, namun oleh Al-Bukhari dan selainnya disebutkan bahwa hadits ini mursal.
Pernyataan ini dibantah oleh Ibnu Hazm dan selainnya. Dalam hal ini Ibnu Hazm benar, terlebih lagi hadits ini memiliki syahid dari hadits Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma.” (Ats-Tsamarul Mustathab fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, 1/56 dan Ash-Shahihah no. 1696)
Berikut batasan-batasan awal dan akhir waktu sholat wajib lima waktu yang dijelaskan dari hadist Rasulullah dikutip dari muslimklopedia.blogspot.co.id,
- Waktu Shalat Subuh
Shalat Subuh dilakukan dua rakaat. Waktu mulainya sholat subuh dimulai dari terbitnya fajar kedua sampai terbitnya matahari. Fajar kedua yang dimaksud yaitu munculnya cahaya putih yang membentang di ufuk timur. - Waktu Shalat Dzuhur
Shalat Dzuhur dilakukan empat rakaat. Waktu mulainya sholat dzuhur dimulai saat matahari telah melewati tengah-tengah langit hingga panjang bayangan sesuatu sama dengan tingginya.
Jika matahari makin naik, maka bayangan benda akan semakin pendek hingga matahari condong ke barat. Dan setelah itu bayangan akan kembali memanjang saat matahari condong ke arah barat, maka waktu shalat dzuhur telah masuk. Dan jika bayangannya kembali memanjang dan sama dengan panjang objek, maka waktu sholat dzuhur telah berakhir. - Waktu Shalat Ashar
Shalat Ashar dilakukan sebanyak empat rakaat. Waktu mulainya shalat ashar dimulai ketika panjang bayangan sesuatu sama dengan objek sampai matahari menguning atau memerah saat matahari terbenam. - Waktu Shalat Maghrib
Shalat Maghrib dilakukan tiga rakaat. Waktu mulainya shalat maghrib dimulai ketika terbenamnya matahari hingga hilangnya syafaq. Adapun maksud dari syafaq adalah cahaya kemerah-merahan yang muncul di langit. - Waktu Shalat Isya
Shalat Isya dilakukan sebanyak empat rakaat. Waktu mulainya shalat isya dimulai ketika hilangnya syafaq dan kemudian berakhir hingga waktu menunjukkan tengah malam, bukan hingga menjelang imsyak.
Sebagai tambahan penyemangat kita agar dapat shalat fardhu di awal waktu.
“…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).
Semoga bisa menjadi pedoman kita untuk senantiasa menegakkan waktu shalat agar ibadah kita istiqomah. Karena amalan pertama yang akan dipertanyakan di hari perhitungan kelak adalah shalat kita. Jadi semoga kita menjadi umat Rasulullah yang hidup dalam ibadah yang selalu istiqomah dan meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah.
Sabtu, 15 April 2017
Taukah Anda ?? Terbangun Pukul 3 Hingga 5 Pagi, Bersyukurlah, Tandanya Rahmat Allah ini Sampai Kepadamu
Banyak orang terbangun di waktu yang sama saat malam hari. Sayangnya, fenomena ini sering kali diabaikan. Namun, tahukah kamu bahwa ini adalah cara tubuh dan Tuhan berkomunikasi denganmu.
Terbangun Pukul 3 Hingga 5 Pagi, Bersyukurlah, Tandanya Rahmat Allah ini Sampai Kepadamu
Pengobatan tradisional Cina menggunakan titik energi untuk teknik akupunktur. Titik-titik energi ini terhubung dengan sistem jam yang dipercaya memberi energi untuk bagian tubuh tertentu.
Jadi, dilihat dari waktu kamu bangun di malam, tubuhmu sedang mengalami sensasi tertentu. Ini juga sebuah cara fisik dan emosi menyampaikan masalah padamu, melansir EliteReaders melalui tribunnews.com.
Terbangun di tengah malam sebaiknya jangan diabaikan. Dalam pengobatan Cina, siklus tidur menjadi saat kita menerima pesan dari Tuhan.
Pesan-pesan ini yang dapat mengungkapkan perjalanan spritual kita. Jika kamu kesulitan tidur di antara pukul 9 sampai 11 malam, itu adalah pertanda stres.
Ini adalah jam tidur bagi kebanyakan orang. Jika kamu malah merasa sulit tidur, tandanya kamu sedang stres dan khawatir. Shalat hajat bisa jadi solusi untuk masalah ini.
Terbangun pada pukul 11 malam hingga 1 pagi pertanda kamu mengalami kekecewaan emosional. Pengobatan Cina kuno mengatakan bahwa ini adalah waktu dimana kantung empedu aktif.
Bangun pada jam ini menunjukkan kekecewaan. Cobalah untuk tenang dan memaafkan dirimu sendiri, maka akan membantu. Bangun antara pukul 1 hingga 3 pagi menunjukkan kemarahan.
Titik energi terhubung dengan hati.
Bangun pada jam ini memnunjukkan bahwa kamu sedang marah dan memiliki energi “Yang” berlebihan.
Coba minum air dingin dan meditasi agar bisa tidur kembali.
Jika kamu bangun pukul 3 hinggal 5 pagi, tandanya Tuhan sedang berusaha berbicara padamu.
Jam ini menunjukkan bagian paru-paru dan kesedihan. Jika kamu bangun di jam ini, maka dipercaya Tuhan sedang membimbingmu untuk jadi lebih baik.
Coba bernafas perlahan dan berdoa agar bisa kembali tidur. Siklus bangun tidur terakhir adalah pukul 5 hingga 7 pagi. Jika kamu bangun di jam ini, dipercaya kamu sedang memiliki emosi yang tertahan.
Begini cara Allah menyampaikan taufik dan hidayah kepada umatnya
Kamu tak perlu langsung duduk, pergi ke kamar mandi, mengambil minum, atau malah tidur lagi. Tetaplah dalam kondisi tertidur sambil membaca dzikir yang diamalkan oleh Rasulullah ﷺ. Dzikir seperti apakah itu?
Dari Ubadah bin Shamit, dari Nabi ﷺ bersabda, “Siapa terbangun di waktu malam lalu membaca, ‘Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku, Walahul Hamdu, Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai-in Qadiir. Alhamdulillaah Wasubhanallaahu Walaa Ilaaha Illallaahu Wallahu Akbar, Walaa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaahi,’ kemudian ia berdoa ‘Ya Allah, ampuni Aku’ atau berdoa pasti dikabulkan doanya. Jika ia berwudhu dan shalat, pasti diterima shalatnya,” (HR. Al-Bukhari).
Dari segi ilmiah, ini pertanda kamu mengalami masalah di usus besar namun bisa diatasi dengan renggangkan otot atau pergi ke toilet agar bisa kembali tidur.
Tubuh menyimpan begitu banyak rahasia. Jika kita belajar mencari tahu dan mendengar, maka tubuh sebenarnya sedang memberi tahu kita informasi. Kita juga bisa meningkatkan kesehatan fisik dan spiritual dalam kehidupan kita.
Jika artikel ini bermanfaat, bagikan ke orang terdekatmu. Bagikan informasi bermanfaat juga termasuk amal lho.
Terbangun Pukul 3 Hingga 5 Pagi, Bersyukurlah, Tandanya Rahmat Allah ini Sampai Kepadamu
Pengobatan tradisional Cina menggunakan titik energi untuk teknik akupunktur. Titik-titik energi ini terhubung dengan sistem jam yang dipercaya memberi energi untuk bagian tubuh tertentu.
Jadi, dilihat dari waktu kamu bangun di malam, tubuhmu sedang mengalami sensasi tertentu. Ini juga sebuah cara fisik dan emosi menyampaikan masalah padamu, melansir EliteReaders melalui tribunnews.com.
Terbangun di tengah malam sebaiknya jangan diabaikan. Dalam pengobatan Cina, siklus tidur menjadi saat kita menerima pesan dari Tuhan.
Pesan-pesan ini yang dapat mengungkapkan perjalanan spritual kita. Jika kamu kesulitan tidur di antara pukul 9 sampai 11 malam, itu adalah pertanda stres.
Ini adalah jam tidur bagi kebanyakan orang. Jika kamu malah merasa sulit tidur, tandanya kamu sedang stres dan khawatir. Shalat hajat bisa jadi solusi untuk masalah ini.
Terbangun pada pukul 11 malam hingga 1 pagi pertanda kamu mengalami kekecewaan emosional. Pengobatan Cina kuno mengatakan bahwa ini adalah waktu dimana kantung empedu aktif.
Bangun pada jam ini menunjukkan kekecewaan. Cobalah untuk tenang dan memaafkan dirimu sendiri, maka akan membantu. Bangun antara pukul 1 hingga 3 pagi menunjukkan kemarahan.
Titik energi terhubung dengan hati.
Bangun pada jam ini memnunjukkan bahwa kamu sedang marah dan memiliki energi “Yang” berlebihan.
Coba minum air dingin dan meditasi agar bisa tidur kembali.
Jika kamu bangun pukul 3 hinggal 5 pagi, tandanya Tuhan sedang berusaha berbicara padamu.
Jam ini menunjukkan bagian paru-paru dan kesedihan. Jika kamu bangun di jam ini, maka dipercaya Tuhan sedang membimbingmu untuk jadi lebih baik.
Coba bernafas perlahan dan berdoa agar bisa kembali tidur. Siklus bangun tidur terakhir adalah pukul 5 hingga 7 pagi. Jika kamu bangun di jam ini, dipercaya kamu sedang memiliki emosi yang tertahan.
Begini cara Allah menyampaikan taufik dan hidayah kepada umatnya
Kamu tak perlu langsung duduk, pergi ke kamar mandi, mengambil minum, atau malah tidur lagi. Tetaplah dalam kondisi tertidur sambil membaca dzikir yang diamalkan oleh Rasulullah ﷺ. Dzikir seperti apakah itu?
Dari Ubadah bin Shamit, dari Nabi ﷺ bersabda, “Siapa terbangun di waktu malam lalu membaca, ‘Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku, Walahul Hamdu, Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai-in Qadiir. Alhamdulillaah Wasubhanallaahu Walaa Ilaaha Illallaahu Wallahu Akbar, Walaa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaahi,’ kemudian ia berdoa ‘Ya Allah, ampuni Aku’ atau berdoa pasti dikabulkan doanya. Jika ia berwudhu dan shalat, pasti diterima shalatnya,” (HR. Al-Bukhari).
Dari segi ilmiah, ini pertanda kamu mengalami masalah di usus besar namun bisa diatasi dengan renggangkan otot atau pergi ke toilet agar bisa kembali tidur.
Tubuh menyimpan begitu banyak rahasia. Jika kita belajar mencari tahu dan mendengar, maka tubuh sebenarnya sedang memberi tahu kita informasi. Kita juga bisa meningkatkan kesehatan fisik dan spiritual dalam kehidupan kita.
Jika artikel ini bermanfaat, bagikan ke orang terdekatmu. Bagikan informasi bermanfaat juga termasuk amal lho.








